Ikut Demokrasi Berarti Ikut Millah Barat?Penanya : ErusAlamat : Jakarta Tanggal : 2004-03-27 09:41:03 assalamu'alaikum wr. wb. saya pernah membaca bahwa sistem pemerintahan demokrasi itu berasal dari barat, apakah perjuangan partai Islam yang berdasarkan demokrasi termasuk mengikuti millah barat, karena dalam al-hadits disebutkan : "barangsiapa mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaum tsb ??? berarti partai Islam itu tidaklah Islamy. bagaimana pandagan seperti ini, mohon ustadz dapat menjelaskannya. terima kasih wassalamu'alaikum wr. wb. Jawaban:
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Hadits itu shahih dan tidak ada seorang pun yang menolaknya. Hanya saja, istidlalnya perlu didekati dengan pendekatan yang cerdas dan berbekal fiqih waqi. Bila di dalam sebuah khilafah Islamiyah yang ideal, ada sekelompok umat yang berusaha menerapkan demokrasi ala barat, sedangkan khilafah itu sudah establish dan mapan berdasarkan hukum Islam, hadits itu nampak relevan. Tetapi bila di dalam sebuah negara non Islam yang anti Islam dan menginjak-injak Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah, serta sangat represif terhadap rakyatnya yang beragama Islam, membantai dan membunuh ulama, merusak kesucian agama dan makar-makar lainnya, lalu ada secercah harapan untuk memberikan perlindungan kepada umat Islam dengan adanya kesempatan bagi sebagian umat masuk ke dalam parlemen sebagai wakil yang memperjuangkan hak-hak umat Islam, maka hadits tadi menjadi tidak relevan untuk diterapkan. Sebab kalau mau dituduh mengikuti millah barat, tidak usah masuk parlemen pun sebenarnya kita sudah ikut millah barat. Bukankah ketika umat Islam naik kendaraan umum yang berjejal dan bercampur baur laki dan wanita, itu adalah millah barat ? Bukankah negara ini pun dibiayai dengan hutang luar negeri yang menggunakan bunga yang haram dan ribawi ? Itu artinya 200 juta bangsa ini sudah ikut dalam millah barat. Tidak perlu masuk ke parlemen dan ikut demokrasi pun sudah jelas menjadi korban millah barat. Pakaian, makanan dan semua harta yang kita miliki ini pun sebenarnya produk industri barat, bahkan asset negara ini dikuasai oleh barat. Maka tak ada seorang pun yang hidup di negeri ini yang tidak berada di dalam millah barat. Tidak perlu bikin partai pun kita sudah ikut millah barat. Idealnya, mereka yang menuduh bahwa memperjuangkan Islam lewat celah demokrasi itu sebagai ikut millah barat, seharusnya sudah menyiapkan dahulu sebuah khilafah Islamiyah yang besar, kuat dan mandiri. Lalu memberikan peluang kepada semua umat Islam untuk masuk ke dalam khilafah Islamiyah itu. Bila khilafah itu memang sudah ada, kami yakin tidak perlu lagi bagi umat Islam di seluruh dunia ini untuk bikin partai Islam di masing-masing negerinya sebagai upaya membela diri dan menyuarakan hak-hak umat Islam. Cukup dengan bergabung dengan khilafah ciptaan para penentang partai Islam dan secara simultan memerangi semua negara yang menindas umat Islam. Sebab itu jelas jauh lebih ideal dari pada bikin partai Islam di dalam sebuah negara bermillah barat. Sayangnya, khilafah yang selalu dibawa-bawa issuenya dalam setiap kesempatan itu tidak pernah terealisir. Meski sejak dulu ditunggu-tunggu tapi tak kunjung menjadi kenyataan. Ironisnya, jangan sebuah kihlafah, sebuah negara Islam kecil pun belum pernah direalisasikan. Bahkan sebuah provinsi kecil pun juga tidak. Bahkan sebuah kecamatan, kelurahan atau RW dan RT yang berdasarkan hukum Islam pun juga tidak ada. Maka menyalahkan semua orang yang berusaha memperjuangkan sebisanya lewat setiap kesempatan yang ada, sungguh kurang etis dan tidak produkif. Mengapa kita tidak memberikan kesempatan kepada semua umat Islam untuk berjuang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kalau ada hasilnya alhamdulilah, tapi kalau tidak berhasil, tetap bersyukur, bukan malah disumpahi. Seperti yang terjadi pada FIS dan REFAH, mereka kan sudah berjuang, tetapi begitu gagal, bukannya kita menghibur malah melecehkan. Ini jelas tidak adil dan tidak mencerminkan jiwa seorang pejuang berdirinya khilafah.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
diambil dari |